9 September 2012 - 12:37

Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keputusan sepihak Kanada untuk memutuskan hubungan dengan Tehran dan menyebutnya sebagai langkah yang tidak profesional, inkonvensional dan tidak dapat dibenarkan.

Menurut Kantor Berita ABNA, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam keputusan sepihak Kanada untuk memutuskan hubungan dengan Tehran dan menyebutnya sebagai langkah yang tidak profesional, inkonvensional dan tidak dapat dibenarkan. Demikian berita ini dilansir dari IRIB.

Kemlu Iran merilis pernyataan tersebut pada Sabtu (8/9) dan menggambarkan keputusan Kanada sebagai penyalahgunaan hukum internasional.

Statemen itu juga menegaskan bahwa Kanada bertanggung jawab atas keselamatan para diplomat Irandi negara itu.

Di bagian lain pernyataan Kemlu Iran, disebutkan pula bahwa pemerintah Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dikenal mengadopsi kebijakan ekstrim dan gagal.

Lebih lanjut Departemen Luar Negeri Iran menyatakan,Kanada telah melangkah tergesa-gesa untuk mengalihkan perhatian opini publik atas kesuksesan Tehran dalam menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok Ke-16.

Deplu Iran juga menegaskan bahwa Tehran akan menggunakan segala cara yang dapat dilakukan untuk melanjutkan pelayanan konsuler kepada warga Iran di Kanada sebaik mungkin.

Ottawa telah menutup kedutaan besarnya di Tehran dan memberi tenggat waktu kepada para diplomat Iran  selama lima hari untuk meninggalkan Kanada.

Pemerintah Kanada juga membekukan rekening bank warga Iran yang tinggal di negara itu dan melarang transfer uang ke Iran.